Ada Kabar Baik dari Fitch Ratings untuk Bank RI Cs, Apa Itu?

foto : REUTERS/Brendan McDermid

Lembaga pemeringkat perbankan Fitch Ratings mengatakan bank-bank di Asia Pasifik, termasuk RI, tahan terhadap resiko keuangan pasca runtuhnya bank-bank di Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, beberapa bank AS seperti Silicon Valley Bank (SVD), Silvergate Bank, dan juga Signature Bank mengalami kolaps pada awal pekan ini. Hal ini disebabkan oleh kurangnya likuiditas yang dimiliki pelaku industri perbankan itu.

Meski ditakutkan berdampak luas, Fitch percaya diri bahwa Asia Pasifik tidak berpengaruh pada industri di Asia Pasifik (APAC). Lembaga itu memaparkan bahwa bank di wilayah ini cenderung memiliki faktor struktural yang kuat.

“Eksposur langsung di antara bank-bank dengan peringkat Fitch di APAC terhadap SVB dan Signature yang kami ketahui tidak material untuk profil kredit,” kata Fitch dalam sebuah catatan yang dilihatĀ CNBC International, Jumat (17/3/2023).

Penilaian Fitch pada bank-bank di Asia-Pasifik muncul saat Menteri Keuangan AS Yellen semalam mengatakan tidak semua simpanan yang tidak diasuransikan akan dilindungi dari kegagalan bank di masa depan.

Pada hari Jumat, saham bank dan keuangan di pasar Asia-Pasifik mengalami penguatan di pagi hari setelah mengalami penurunan tajam dalam perdagangan pekan ini

Namun, meski tidak melihat resiko besar yang menghantui, Fitch mencatat bahwa pemerintah di APAC kemungkinan akan turun tangan untuk mendukung bank mereka bila diperlukan demi memitigasi tantangan lebih lanjut.

“Kami yakin risiko kerugian valuasi diimbangi oleh kemungkinan pihak berwenang akan memberikan dukungan likuiditas kepada bank jika diperlukan,” kata agensi tersebut, merujuk pada regulator di Australia dan Jepang sebagai contoh.

“Pada akhirnya, kelayakan kredit banyak bank dengan peringkat Fitch di APAC sangat dipengaruhi oleh prospek dukungan negara yang luar biasa,” ujarnya.

Fitch kemudian melanjutkan bahwa pun jika The Fed membuat perubahan lebih awal dari yang diharapkan pada kebijakan moneternya, seperti memangkas suku bunga acuannya alih-alih kenaikan suku bunga yang diharapkan, bank-bank di Asia Pasifik juga masih tidak akan melihat banyak dampak.

“Jika mereka menghasilkan suku bunga AS yang lebih rendah atau penurunan suku bunga AS lebih awal dari yang kami perkirakan, ini dapat menyebabkan kebijakan moneter di beberapa pasar APAC menjadi lebih longgar daripada di bawah garis dasar kami,” tambah lembaga itu.

“Umumnya, kami percaya ini akan menjadi kredit negatif untuk bank-bank APAC, karena efek pada pendapatan bunga bersih akan lebih besar daripada valuasi sekuritas, tetapi itu akan membantu kualitas aset dan kami tidak akan mengharapkan efek yang berarti pada peringkat bank,” jelasnya lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*