OJK Sebut Penetrasi Kredit RI Baru 35% Dari PDB

Ilustrasi Gedung OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, penetrasi pembiayaan kredit masional masih rendah yaitu baru sebesar 35% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara menyebut, hal itu perlu didorong karena industri kecil dan perorangan banyak yang belum tersentuh akses keuangan.

“Kita ingin 35 persen PDB kita itu bisa meningkat dengan pesat. Indonesia ini negara besar, dari Sabang sampai Merauke, penduduknya 250-300 juta, enggak cukup kalau PDB-nya cuma 35 persen, jadi harus lebih besar,” kata Mirza di Nusa Dua-Bali, Kamis (16/3).

Menurutnya, peningkatan penetrasi kredit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, sektor usaha mikro, menengah, hingga perusahaan besar dapat meningkatkan ekspansi bisnisnya yang akan berujung pada pertumbuhan ekonomi.

Mirza menilai, Indonesia tidak boleh kalah dengan negara tetangga, seperti Thailand yang memiliki porsi penetrasi kredit 50% dari PDB. Sementara negara maju lainnya sudah diatas 100 persen PDB.

“Kalau kita mau jadi negara maju, mau enggak mau pembiayaan kredit terhadap PDB harus lebih besar. Kalau bicara negara maju diatas 100 persen PDB, termasuk berbagai perusahaan, bahkan perusahaan kecil juga bisa menerbitkan surat utang,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*